Amat Sedikit Manusia yang Bersyukur

Written by admin stie. Posted in Opini

     bersyukurlah-suprapto-estede

       Bersyukur itu artinya mengakui kebajikan. Bersyukur juga mengandung makna berterima kasih kepada pihak yang telah berbuat baik atas kebaikan yang diberikannya. Ibnu Qayyim al-Jauziyah merumuskan adanya tiga hal yang harus ada dalam konteks makna syukur yang sebenarnya, yaitu dengan lisan dalam bentuk pengakuan dan pujian, dengan hati dalam bentuk kesaksian dan kecintaan, serta dengan seluruh anggota tubuh dalam bentuk amal perbuatan.

        Allah Azza wa Jalla telah menganugerahkan nikmat-Nya yang tak terhingga kepada kita, hamba-Nya yang bernama manusia (QS. An-Nahl 18), dan akan melipatgandakan nikmat-Nya itu untuk manusia yang bersyukur serta sebaliknya: menyediakan azab-Nya yang amat pedih bagi manusia yang kufur, yang mengingkari nikmat-Nya (QS. Ibrahim 7).

       Dari ayat-ayat qur’aniyah itu setidaknya dapat kita fahami beberapa hal. Pertama, kita manusia berkepentingan dan berkebutuhan untuk menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur karena syukur adalah amal yang mempunyai nilai amat tinggi. Rasulullah SAW sebagai teladan terbaik telah memberi dan menjadi contoh dalam hal ini. Dalam sebuah hadits disebutkan, Nabi SAW senantiasa menunaikan shalat malam, hingga membuat kedua kaki beliau bengkak. Melihat hal itu, Siti Aisyah RA bertanya, “Mengapa engkau melakukannya, ya, Rasulullah, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosamu baik yang terdahulu maupun yang kemudian?” Nabi pun menjawab, “Tidak bolehkah aku bila menjadi seorang hamba yang banyak bersyukur?” (HR. Bukhari).

        Kedua, kita berkepentingan untuk tidak mengingkari nikmat-Nya (kufur nikmat), karena kalau kita tidak bersyukur, maka Allah telah menyediakan azab-Nya, dan azab Allah itu amatlah pedih. Dari hal ini dapat juga difahami, bahwa manusia yang bersyukur akan terhindar dari azab-Nya (azab bagi manusia yang kufur nikmat). Dalam ayat lain Allah juga menegaskan, “Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nisa’ 147).

         Ketiga, dari QS. Ibrahim 7 itu juga dapat difahami, bahwa meski telah diberikan petunjuk yang jelas dan lengkap, petunjuk tentang mana pilihan jalan yang benar, jalan yang lurus, tetapi tetap saja disamping ada manusia yang bersyukur ada pula manusia yang kufur (baca juga QS. Al-Insaan 3). Adanya manusia yang kufur itu tentu tidak lepas dari kesuksesan misi iblis, yang memang salah satu misi utamanya adalah selalu menjauhkan manusia dari syukur. “Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. al A’raaf 17).

        Dan celakanya, kebanyakan manusia justru tidak bersyukur alias kufur. Manusia yang bersyukur justru amat sedikit. Ini bukan perkiraan atau hasil sebuah penelitian. Tetapi Allah SWT sendiri yang mengatakannya. “Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba’ 13). “Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. Ghaafir 61). Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.

        Segala perkara dalam semua aspek kehidupan manusia adalah ujian, sehingga jelas siapa lulus dan siapa tidak lulus, dan jelas berapa nilai yang diperoleh masing-masing. Dalam hal nikmat Allah, manusia diuji apakah mengambil pilihan yang benar (syukur) dan mendapat balasan kebaikan, ataukah justru mengambil pilihan yang salah (kufur) dengan resiko mendapat balasan siksa yang tak terperikan.

       Oleh karena itu, menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur adalah satu-satunya pilihan yang harus diambil. Selalu berikhtiar agar secara bertahap mampu menjadi manusia yang semakin syukur adalah sebuah keharusan dan kebutuhan. Dimulai dari upaya mengenal nikmat, yakni menghadirkannya dalam hati, dan meyakininya. Apabila seorang hamba sudah mengenal nikmat, maka ia akan mengenal pemberi nikmat itu, yakni Allah Azza wa Jalla. Selanjutnya hal demikian akan membuat manusia sadar bahwa nikmat yang diterima dari Allah itu bukan lantaran ia berhak mendapatkannya, melainkan semata-mata karena anugerah atau kemurahan dan kasih sayang Allah, sehingga manusia akan memuji dan berterima kasih kepada Allah atas limpahan nikmat-Nya tersebut.

       Implementasi dari rasa syukur itu bentuknya bisa beragam. Mulai dari niat (karena Allah) dan segala perbuatan dalam rangka beribadah yang dilandasi iman serta segala amal shalih atau kebaikan yang dilakukan dengan tulus semata-mata karena Allah, adalah implementasi dari syukur. Menegakkan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa dan beribadah haji serta amal-amal ibadah lainnya, adalah wujud dari rasa syukur. Jadi, syukur adalah inti dari ketaqwaan kepada Allah SWT.

       Dalam ikhtiar menanamkan rasa syukur itu kita juga harus bisa selalu melihat ke atas dalam urusan akhirat dan melihat ke bawah dalam urusan dunia. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi).

       Syukur, juga menumbuhkan perasaan positif yang luar biasa. Manusia yang pandai bersyukur akan selalu diliputi oleh perasaan dan fikiran cukup, tenang, bahagia, dan selalu termotivasi untuk berterima kasih dan memuji Allah. Oleh karena itu, seharusnyalah kita selalu berusaha menjadi orang yang banyak bersyukur, menjadi bagian dari kelompok kecil manusia yang bersyukur, dan tidak menjadi bagian dari kelompok besar manusia yang kufur.

Marilah kita syukuri segala nikmat Allah yang telah dan akan terus dilimpahkan kepada kita. Jika kita ingin memiliki hati yang tenang dan berbahagia, maka bersyukurlah. Janganlah kita menunggu datangnya perasaan bahagia terlebih dulu baru kemudian bersyukur, tetapi bersyukurlah terlebih dulu, maka kita akan berbahagia!

[Jika ada kebenaran dalam tulisan ini maka kebenaran itu datangnya dari Allah. Dan jika terdapat kesalahan atau kekhilafan didalamnya, maka itu adalah kelemahan penulis. Semoga bermanfaat.]

Suprapto Estede
Sumber: http://supraptoestede.com/2016/02/22/amat-sedikit-manusia-yang-bersyukur/

3 Tips Membuat LOGO Versi ARTBrain Design

Written by admin stie. Posted in Opini

logo

Salam Otak Kanan dan SemangArt !!!

Pada Kesempatan ini saya akan membahas 3 tips membuat logo khusus untuk kalian. Mengetahui pengertian logo terlebih dahulu, Logo adalah suatu lambang atau gambar  yang digunakan sebagai identitas agar apa yang mereka miliki dikenal oleh masyarakat luas ,itu menurut saya. Tetapi banyak pendapat diluar sana yang berbeda namun intinya sama yaitu sebagai identitas supaya dikenal.  Bicara tentang logo, dalam organisasi apapun entah itu perusahaan , UKM , yayasan dan lain sebagainya pasti memiliki logo atau identitas pengenal. Perana sebuah logo sangatlah penting dalam aspek apapun apalagi dalam dunia usaha. Tak jarang banyak usaha yang tidak dapat survive di dunia usaha karena usaha mereka kurang dikenal oleh masyarakat. Salah satunya karena mereka salah atau kurang cerdas dalam memilih logo, yang mengakibatkan usaha mereka kalah sebelum berperang. Selain itu logo juga sangat berpengaruh terhadap keselarasan visi dan misi sebuah perusahaan atau instansi. Banyak instansi yang menyelaraskan visi dan misi dalam logo mereka terutama dalam pemerintahan, seperti logo dinas pendidikan, departemen agama, dan lain lain. Mereka menggunakan lambang dan warna yang selaras dengan visi dan misi perusahaan. Tidak usah bercerita panjang lebar, langsung saja lanjut ke 3 tips versi ARTBRAIN DESIGN  :

  1. Pilih bentuk logo yang simple dan mudah diingat

Bentuk dan pemilihan gambar di dalam pembuatan logo sangatlah penting. Selain memberikan ciri khas, pemilihan bentuk maupun gambar yang simple mampu membantu konsumen untuk mudah mengingat identitas yang kita kenakan. Terkadang untuk membuat logo para pemilik usaha cenderung memilih gambar dan bentuk yang rumit , karena mereka mempunyai harapan identitas meraka terlihat elegan dan berbeda dengan yang lain. Padahal dengan menggunakan gamabar dan bentuk yang rumit justru membuat konsumen mudah lupa dan sulit mentranformasikan filosofi yang terkandung di dalamnya. Contohnya seperti Mc Donald yang mengguanakan logo simbol huruf M yang diberi warna kuning dengan background merah yang sangat simple sehingga mudah diingat dan di kenali oleh konsumen lokal maupun internasional. Sehingga banyak konsumen yang tertarik dan mampu mendongkrak penjualan produk – produk yang dijualnya.

  1. Gunakan komposisi warna yang selaras (maksimal 3 warna)

Selain bentuk yang simpel dan mudah diingat warna juga berperan banyak dalam penyempurnaan logo atau identitas suatu produk. Penggunaan warna harus sesuai dengan target konsumen yang nanti akan kita pasarkan. Untuk target kosumen anak – anak usahakan menggunakan warna yang soft dan kalem , bila mana akan menggunakan warna yang cerah gunakan warna yang mencolok sekalian supaya  warna tersebut dapat dilihat dengan jelas dan disukai anak – anak. Namun jika target konsumen anda remaja atau dewasa warna yang digunakan harus yang ngejreng dan bervariasi. Karena tipical anak muda jaman sekarang suka memadupadankan warna. Perusahaan yang mampu memberikan komposisi warna yang pas dan mudah diingat adalah salah satunya indomaret. Dengan memilih komposisi tiga warna yang kontras yaitu kuning, merah dan biru, toko swalayan ini mampu menanamkan ingatan kepada konsumen bahwa ketika menjumpai logo dengan komposisi warna tersebut berarti kita dekat dengan indomaret dan bisa berbelanja. Bahkan anak – anak kecil yang belum bisa membacapun tahu ketika melihat warna tersebut dijalan. Meskipun didukung juga dengan banyaknya cabang yang ada di seluruh indonesia.

  1. Terakhir berilah Filosofi atau harapan yang terkandung didalamnya logo.

Poin terakhir ini sangatlah penting yaitu tentang filosofi dan harapan yang harus diberikan didalam pembuatan logo. Karena setiap gambar atau unsur yang terkandung di dalam sebuah logo haruslah memiliki arti dan filosofi menurut tujuan perusahaan, instansi ataupun usaha kita. Biasanya filosofi yang diambil berdasarkan kesukaan dan pengalaman hidup, seperti logo produk elektronik Apple yang mana nama tersebut dipilih karena pendirinya sendiri tidak lain Steve Jobs menyukai buah apel. Namun pesan didalam simbol buah apel bermaksud memberikan suatu kesederhanaan dengan cara yang paling canggih.   Tapi tak jarang unsur yang di pakai sesuai dengan  harapan pemilik, supaya logo yang dibuat mampu memberikan pesan positif terhadap kelancaran usaha maupaun perusahaan yang di jalankannya, seperti logo Telkom Indonesia yang memiliki harapan/ekspektasi yang tinggi akan perubahan dan perkembangan dalam perusahaannya.

            Setelah memperlajari dan mengetahui tentang tips membuat logo ini, mulai sekarang buatlah logo yang lebih bermakna dan tidak asal asalan, tidak hanya bagus secara design tetapi harus mempunyai filosofi yang terkandung didalamnya. Buatlah karya seni yang mudah diingat dari nama maupun bentuk dari logo tersebut. Lalu padukan dengan komposisi warna yang pas dan selaras dengan visi misi yang dimiliki oleh perusahaan atuapun usaha kalian. Sehingga diharapkan dengan logo yang sudah kalian buat akan memberikan respon posistif terhadap konsumen dan membantu pemasaran dalam usaha ataupun perusahaan yang kalian jalankan. Supaya usaha ataupun perusahaan yang kalian jalankan dapat dikenal, tidak hanya konsumen lokal namun juga konsumen internasional. Karena pada dasarnya logo yang bagus bukan tentang kerumitan design  dan kesempurnaan bentuk , tetapi yang mampu memberikan ingatan, edukasi maupun history yang mengandung pesan positif dan harapan baik terhadap pemilik maupun konsumen. Salam Otak Kanan dan SemangArt !!

Aressa Haqqi N.
Penulis adalah Mahasiswa STIEKIA Semester VI

Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship Pada Mahasiswa Perguruan Tinggi

Written by staff. Posted in Opini

Diperkirakan sejumlah 600 ribu lulusan Perguruan Tinggi (2009-2011) menganggur, hal tersebut merupakan bukti nyata bahwa Indonesia sudah kelebihan pasokan pencari kerja dan kekurangan pasokan pencipta kerja.

Pendidikan kita telah berhasil menghasilkan lulusan dengan tanda lulus belajar untuk masuk ke pasar kerja namun sayangnya kenaikan jumlah lapangan kerja kalah cepat dengan kenaikan jumlah lulusan.

Tanpa terobosan baru dalam bidang pendidikan maka sekolah dan perguruan tinggi kita akan menjadi pabrik penghasil pengangguran khususnya para penganggur muda yang terdidik. Kondisi ini akan jadi sumber berbagai kekacauan dan bencana sosial yang mengerikan.

Sangat ironis bila kita mengingat fakta bahwa Indonesia tercinta adalah zamrud khatulistiwa yang limpah dengan kekayaan alam dan budaya. Rakyat Indonesia ternyata belum berhasil mengolah karunia TUHAN Yang Maha Esa menjadi kesejahteraan bagi dirinya, keluarganya dan bagi bangsanya. Ini adalah sebuah bukti bahwa manfaat ekonomis yang terbesar memang bukan berpihak kepada siapa yang memiliki atau memperoleh kekayaan alam tapi berpihak kepada mereka yang mampu memasarkan produk kepada pasar dengan nilai tambah terbesar.

Inilah hukum pasar dan siapa saja yang berada di dalam pasar harus tunduk kepada hukum ini. Oleh karena itu tanpa kecakapan entrepreneurship (kecakapan mengelola pasar) cita-cita generasi muda untuk lepas dari kemiskinan dan bangkit meraih kemakmuran tampaknya hanya jadi sebuah utopia.

Pendidikan yang terjadi diseluruh dunia pada dasarnya membangun manusia-manusia pekerja. Sumber daya manusia yang kaya dengan ragam potensi telah berhasil kita masukkan dalam cetakan yang seragam yaitu dibentuk untuk jadi pencari kerja. Strategi ini tidak salah bila industri terus bertumbuh secepat pasokan tenaga kerja dan kemajuan teknologi berpihak penuh pada kaum pekerja.

Pada kenyataannya sekarang Indonesia bukan satu-satunya pilihan terbaik untuk industri dunia, tetangga-tetangga kita seperti Vietnam, Kamboja dll makin ramah dan makin menarik bagi investor. Selain itu kemajuan teknologi di satu sisi menciptakan lapangan kerja di pihak lain menjadi senjata pemusnah masal lapangan kerja yang terbaik.

Pembelajaran entrepreneurship bukan hanya akan menghasilkan manusia-manusia masa depan yang dapat bebas dari kemiskinan namun para entrepreneur yang bertumbuh dan berhasil adalah sumber-sumber kesejahteraan masyarakat yang dapat kita andalkan.

Dari kegiatan entrepreneurship dapat kita harapkan lapangan pekerjaan baru, berbagai kutipan pajak, masyarakat yang sehat dan kota-kota yang terbangun melalui swadaya masyarakat.

Pendidikan entrepreneurship adalah senjata penghancur massal untuk pengangguran dan kemiskinan sekaligus jadi tangga menuju impian setiap warga masyarakat untuk mandiri secara finansial, memiliki kemampuan membangun kemakmuran individu dan sekaligus ikut membangun kesejahteraan masyarakat. (www.mimbar-opini.com)

Perekonomian Indonesia di Balik Krisis Euro

Written by staff. Posted in Opini

Sulit dibayangkan, negara pendukung paham kapitalis dibuat tak berdaya. Lantaran krisis utang yang melanda kawasan Eropa, perekonomian di kawan tersebut nyaris diambang kehancuran. Isu pembubaran mata uang Euro hampir menjadi kenyataan. Lalu apakah krisis itu juga berdampak terhadap perekonomian Indonesia?

Krisis utang yang melanda kawasan Eropa nampaknya masih berlanjut. Pertemuan yang digelar di Brussels, Belgia (9/12) hanya mempertajam perbedaan pendapat di antara pemimpin Uni Eropa di benua biru itu. Kendati telah mengamandemen dan menyepakati traktat baru, tapi kehawatiran tetap saja menyelimuti benak mereka. Hal ini terlihat dari ketidaksepahaman di antara mereka mengenai solusi dari masalah yang sedang dialami.

Jerman misalnya, memandang perlunya perubahan substansial tentang Traktat Lisabon yang mengatur 27 negara Uni Eropa atau traktat baru khusus bagi 17 negara yang menggunakan mata uang Euro. Selain itu, harapannya juga agar negara-negara anggota supaya disiplin mengenai penggunaan keuangan negara (fiskal). Sepaham dengan Jerman, Prancis juga bertekad mendesak mengamandemen traktat Uni Eropa tersebut.

Berbeda dengan pendapat tersebut. Inggris tidak mau menerima usulan atas amandemen Traktat Lisabon yang diteken 20 tahun lalu karena Jerman dan Prancis tidak mau memberikan konsesi yang diminta Inggris. Setelah melalui perdebatan yang hangat, Traktat Lisabon akhirnya diamandemen juga.

Terkait dalam upaya mengatasi krisis Eropa, negara-negara anggota zona Euro menempuh kebijakan ekonomi dalam negerinya masing-masing. Italia misalnya mengambil langkah penghematan anggaran hingga 30 miliar Euro, lalu mengoreksi penerimaan terhadap pajak, dan mereformasi sistem pensiunan. Sejalan dengan Italia, Irlandia juga melakukan hal sama dengan melakukan pengurangan anggaran hingga 3,8 miliar Euro.

Euro merupakan mata uang pemersatu sekaligus sebagai simbol kedigdayaan ekonomi di Eropa. Sejak diluncurkan hingga kini, Euro merupakan salah satu mata uang terkemuka di dunia yang menyaingi dollar Amerika dan Pounsterling. Namun, kenyataan pahit yang sedang dihadapi sekarang ini merupakan salah satu dari arus krisis yang mesti dilalui sebagai koreksi penyeimbang pasar secara global.

Krisis Euro telah membawa konsekuensi tersendiri khususnya bagi negara-negara anggota. Salah satunya, munculnya skeptik jika Euro yang dibanggakan selama ini, sebenarnya rapuh. Untungnya, keinginan untuk membubarkan Euro tidak terwujud. Kendati traktat telah dihasilkan yang dianggap sebagai obat dari krisis Eropa, namun itu tidak menjamin proses pemulihan akan berlangsung dalam waktu relatif singkat.

Secara empiris, beberapa kasus krisis ekonomi di dunia berlangsung lama. Hal ini karena ekonomi tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun, termasuk pemerintah yang notabene mempunyai legalitas intervensi. Dalam pasar, ada tangan-tangan tersembunyi yang bermain dan mereka itu turut menentukan kondisi perekonomian secara menyeluruh.

Salah satunya adalah spekulan yang bermain untuk mengambil profit taking jangka pendek. Dan hal ini juga terjadi di Indonesia ketika krisis ekonomi terjadi pada medio 2007 lalu.

Dampaknya ke Perekonomian Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Krisis ekonomi 1997 lalu setidaknya sebagai ujian perekonomian Indonesia untuk tetap bertahan dari dampak global ekonomi dunia. Setidaknya kepanikan pasar tidak terjadi lagi. Masih basa dalam ingatan kita, jika krisis 1997 lalu salah satunya disebabkan karena kepanikan pasar yang berlebihan. Dampaknya, terjadi eksesdemand sehingga mendongkrak laju inflasi.

Namun, tidak dapat dipungkiri jika krisis Eropa berdampak terhadap ekonomi makro Indonesia. Di pasar modal hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan. Konsekuensinya, investor asing melepas portofolionya karena belum jelasnya penyelesaian krisis Euro.

Tercatat di pasar regular, saham-saham yang paling dijual adalah Bank Mandiri, Telkom, dan Bank BRI. Padahal saham-saham tersebut terbilang aktif dan paling diminati. Namun kenyataan ini diharapkan tidak berlangsung lama. Para fund manager masih dalam posisi wait and see. Dibutuhkan policy dari pemerintah sebagai pengungkit (leverage) sentimen pasar agar pasar saham tetap menarik dan diminati para investor.

Kekhawatiran terhadap efek domino krisis Euro tidak terlalu berdampak besar terhadap ekonomi Indonesia, seperti krisis 1997 lalu. Jumlah penduduk di atas 200 juta dianggap sebagai kekuatan daya beli konsumsi domestik. Belum lagi, potensi natural resources yang besar sebagai sumber kekuatan devisa.

Hanya saja, perekonomian Indonesia pada 2012 akan mengalami tekanan jika Euro terus terkoreksi. Hal ini berdampak terhadap sulitnya ekspor Indonesia ke Eropa karena menanggung biaya selisih depresiasi.

Justru yang harus diwaspadai, kondisi ini akan dimanfaatkan negara-negara Eropa untuk lebih meningkatkan ekspornya ke Indonesia. Jika ini terjadi, maka akan berdampak terhadap defisit transaksi neraca pembayaran dan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Olehnya itu, perlu kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dengan para stakeholdertermasuk pelaku ekonomi untuk menyusun strategi stabilitas moneter dan pasar keuangan dengan terus memastikan ketercukupan likuiditas rupiah dan valuta asing di pasar BI. Selain itu, yang tak kalah pentingya adalah bagaimana terus menggenjot pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi, serta menurunkan suku bunga BI rate guna mendorong sektor ril dan kenyamanan iklim investasi.

Selain itu, hal penting yang jangan terlewatkan adalah bagaimana menjaga stabilitas rupiah terhadap mata uang utama dunia, khususnya dollar Amerika. Jika ini tidak dapat diatasi, bagaimanapun solidnya fundamental ekonomi Indonesia, maka kekhawatiran krisis ekonomi jilid dua akan terulang kembali. Mengapa? Karena ekonomi Indonesia dibangun dari makro ekonomi.

Diakui bahwa, saat ini fundamental ekonomi Indonesia terbilang kuat. Situasi ini jangan sampai membuat pemerintah Indonesia terbuai lengah. Anak cucu di negeri ini tidak mau lagi bermimpi buruk untuk mengulang krisis ekonomi 1997 lalu yang begitu menyedihkan hanya lantaran ketidakbecusan dan kelalaian mengurus negara yang kaya sumber daya alam ini. Tentu kita tidak mengharapkan “tikus mati di lumbung padi” bukan? (www.fajar.co.id)

Stie Cendekia Bojonegoro

Logo STIE

Jl. Cendekia No : 22, Bojonegoro Jawa Timur, PO. BOX 250, Telp : (0353) 3410064, Fax  :  (0353) 3410001,

Sub Unit

  • Headline
  • Agenda
  • Pengumuman
  • Lowongan
  • Artikel

Pengunjung

157109
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All_Days
67
295
1925
153843
4109
8627
157109
Your IP: 54.90.237.148
Server Time: 2018-01-19 09:10:07